Pasar Komunitas

Oleh LUNAS Official - 08 Juni 2020
39 kali telah dibaca

PASAR KOMUNITAS


Oleh :

Dwi Kuswantoro

_(Penggiat Jogja Tetulung & Indonesia Menolong)_


Pandemi Covid-19 berdampak serius bagi kelangsungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Mengapa? Karena usaha mereka hari ini banyak yang tidak berjalan, omzet turun bahkan tidak sedikit yang sudah menutup usahanya.


Jumlah mereka yang sangat besar mencapai 99% (60 juta) pelaku usaha, adalah tempat bergantung hidup sebagian besar anak bangsa. 


Sehingga kalau mereka menghentikan usaha atau terpaksa berhenti usahanya, kita tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi ekonomi bangsa kedepan.


Gotong Royong dan Solidaritas


Dengan kondisi ekonomi yang belum menemukan jalan kepastian, tentu kita sebagai anak bangsa tidak boleh tinggal diam. Mari kita jadi pionir dan juga relawan agar bisnis UMKM bisa kembali bergerak.


Kita punya modal sosial berupa kekuatan gotong royong dan solidaritas. Kekuatan ini terbukti efektif untuk menyelesaikan masalah yang kompleks bangsa.


Beberapa kejadian bencana alam, terbukti kekuatan solidaritas dan gotong royong ini mampu menjadi metode efektif untuk melakukan pemulihan kembali dampak-dampak akibat bencana, termasuk masalah ekonomi.


Produk Tidak Terjual


Masalah utama hari ini bagi pelaku UMKM adalah produk yang mereka produksi baik barang maupun jasa, tidak bisa dijual.


Petani cabai hari-hari ini sudah mulai menjerit, karena cabainya tidak bisa dijual, sedangkan sudah ditawarkan dengan harga yang paling murah. 


Kasus Petani di Kretek Bantul Yogyakarta menjual cabainya hanya Rp 3.500,- sedangkan hari biasa, saat panen bisa dijual dengan harga diatas Rp 15.000,-. Sudah dijual murah Rp 3.500,- tapi tidak ada juga yang mau membeli.


Kasus petani ikan nila merah di Sleman Yogyakarta juga begitu (pernah viral beberapa waktu lalu). Hasil produksi tidak bisa diserap pasar karena warung dan hotel yang biasa membeli saat ini tutup ataupun kalau tetap buka dengan kondisi yang tidak mungkin menyerap produk ikan nila merah tersebut.


Kondisi rantai pasok yang  tidak lagi normal, jelas membuat produk yang diproduksi tidak bisa terserap pasar. Alhasil, petani merugi dan modal untuk produksi lagi musim berikutnya sangat tidak memungkinkan lagi. 


Kalau hal ini terus berlangsung, sangat mungkin ketahanan pangan kita kedepan akan terpengaruh, karena petani tidak lagi menanam, karena trauma kondisi hari ini dan juga modal mereka yang habis karena kerugian usaha.


Bangun Pasar Komunitas


Seiring dengan konektivitas dan penggunaan media sosial (medsos) yang begitu massif, saat ini sudah ada upaya kreatif dari komunitas memanfaatkan multi platform medsos untuk membantu pemasaran produk-produk UMKM tersebut.


Tapi karena gerakan masih seporadis, dampak belum terasa signifikan. Sehingga hal ini perlu kita jadikan sebagai agenda bersama dan agenda gerakan. 


Kalau kita lakukan bersama-sama di semua wilayah, semua komunitas; sangat mungkin membesar dan menggelinding bak bola salju.


Tetapi tentu saja langkah besar, perlu dimulai dari langkah-langkah kecil. Hal ini bisa kita mulai dari level kecil tingkat Rukun Warga (RW), Dusun, Desa, Kecamatan dan bisa juga komunitas2 kecil lainnya, misalnya : Koperasi/BMT/LKM bisa membuat pasar komunitas anggota mereka; Masjid bisa membuat pasar komunitas dari jama'ah mereka, dll.


Kalau gerakan ini dilakukan bersama-sama,  kita punya keyakinan kondisi ekonomi bangsa akan dapat segera membaik. Dan usaha UMKM bisa bergerak kembali.


Bagaimana Kita Memulai


Pengalaman Jogja Tetulung dan komunitas-komunitas lain yang sudah bergerak, adalah menggunakan platform medsos untuk membangun Pasar Komunitas.


Jogja Tetulung menggunakan Facebook Group sebagai wadah

Pasar Komunitas. Di Nusa Tenggara Barat (NTB) ada NTB menolong UKM, di Banten juga ada Banten Menolong UKM, juga menggunakan FB Group.


Tentu saja tidak harus sama dengan satu plaftorm medsos (FB Group), kita bisa gunakan juga Istagram, WashApp Group (WAG), Telegram dan lain-lain.


Intinya kita bangun Pasar Komunitas adalah menggunakan medsos karena lebih mudah dan juga efektif.


Supaya Pasar Komunitas efektif, admin group harus aktif mengundang UMKM yang mempunyai produk baik barang maupun jasa, juga mengundang konsumen-konsumen yang bisa membeli produk-produk tersebut. Dari jaringan kecil, terus saling mengundang akhirnya menjadi besar.


Simpel dan tidak memerlukan biaya yang mahal. Bahkan cukup 5 menit kita buat group medsos kita sudah membuat Pasar Komunitas membantu UMKM bergerak dan bangkit kembali. 


Ayo kapan lagi kalau tidak sekarang, kalau bukan kita siapa lagi ! Menyerah bukan pilihan. 


www.indonesia-menolong.id


#IndonesiaMenolong

#MenolongIndonesia

#JogjaTetulung

#PasarKomunitas

#BantuUMKMBergerak

#UMKMBergerak

#UMKMBangkit

#ProdukAnakBangsa

#ProdukLokal

Bagikan ke :

Komentar

Perlu akses login!